Dunia parfum punya kosakata khasnya sendiri yang sering membingungkan orang baru – mulai dari sillage (jejak aroma di udara), projection (seberapa jauh aroma memancar dari tubuh), dry down (fase akhir aroma setelah top dan middle notes menguap), longevity (daya tahan aroma), hingga flanker (varian turunan dari parfum yang sudah ada, seperti “Intense” atau “Elixir”). Memahami istilah-istilah ini bukan cuma soal gengsi bahasa industri, tapi kebutuhan praktis bagi siapa pun yang bekerja di formulasi, branding, maupun komunikasi produk parfum.
Kenapa Kosakata Ini Penting Dikuasai, Bukan Cuma Dihafal?

Kebanyakan orang bisa merasakan kalau sebuah parfum enak atau tidak, tapi jauh lebih sedikit yang bisa menjelaskan “kenapa” atau membaca review parfum tanpa tersandung istilah seperti sillage, dry down, atau flanker. Bagi formulator dan brand owner, memahami istilah ini bukan sekadar gaya bahasa industri, melainkan alat komunikasi yang menentukan seberapa presisi brief formulasi bisa disampaikan, dan seberapa jelas keunggulan produk bisa dikomunikasikan ke konsumen.
Berikut kamus istilah yang paling sering muncul di dunia parfum, disusun dari yang paling dasar sampai yang lebih teknis.
Istilah Seputar Karakter dan Kekuatan Aroma

Sillage
Sillage (dibaca “si-yahz”, diambil dari bahasa Prancis yang secara harfiah berarti “jejak”) merujuk pada jejak aroma yang tertinggal di udara saat seseorang bergerak atau berpindah tempat. Sillage adalah apa yang tetap tercium di suatu ruangan setelah orang yang memakainya sudah pergi. Efek sillage bisa berbeda-beda tergantung cuaca maupun titik penyemprotan parfum di tubuh.
Projection
Projection sering dianggap sama dengan sillage, padahal keduanya punya perbedaan halus. Sillage merujuk pada kekuatan jejak aroma, sementara projection merujuk pada jarak seberapa jauh aroma tersebut memancar dari tubuh. Sebuah parfum bisa punya projection yang kuat (orang di dekat kamu bisa langsung mencium aromanya) namun sillage yang sedang (aromanya tidak bertahan lama di udara setelah kamu berlalu).
Longevity
Longevity adalah ukuran seberapa lama aroma parfum bisa bertahan tercium, baik oleh pemakainya sendiri maupun orang di sekitarnya. Daya tahan ini sangat bergantung pada persentase konsentrasi fragrance di dalam parfum. Ada yang bertahan hanya sekitar satu jam, ada pula yang bertahan seharian penuh atau bahkan berhari-hari.
Istilah Seputar Struktur dan Fase Aroma

Top Notes, Middle Notes, dan Base Notes
Ketiganya membentuk apa yang dikenal sebagai piramida aroma:
- Top notes adalah aroma pertama yang tercium saat parfum baru disemprotkan, biasanya menguap paling cepat.
- Middle notes (disebut juga heart notes) muncul setelah top notes memudar, menjadi “inti” karakter parfum.
- Base notes adalah aroma dasar yang makin terasa saat top dan middle notes memudar, dan berperan besar menentukan daya tahan keseluruhan parfum.
Dry Down
Dry down adalah fase akhir dari perjalanan aroma sebuah parfum, ketika seluruh molekul volatil sudah menguap dan yang tersisa hanyalah base notes. Fase ini sangat personal karena aroma parfum akan berinteraksi dengan minyak alami kulit (sebum) tiap individu – Itulah sebabnya parfum yang sama bisa tercium cukup berbeda di dua orang yang berbeda. Di banyak sumber, dry down memang sering dianggap sepadan dengan base notes, meski secara teknis dry down lebih menggambarkan keseluruhan pengalaman aroma di fase akhir tersebut.
Istilah Seputar Konsentrasi dan Jenis Produk

EDC, EDT, EDP, dan Extrait
Ini adalah klasifikasi produk parfum berdasarkan tingkat konsentrasi minyak wewangian, disusun dari yang paling ringan ke paling pekat:
- Eau de Cologne (EDC) – konsentrasi paling rendah, daya tahan biasanya paling singkat (bisa memudar hanya dalam 1-2 jam)
- Eau de Toilette (EDT) – konsentrasi menengah, umum digunakan untuk pemakaian sehari-hari
- Eau de Parfum (EDP) – konsentrasi lebih tinggi dari EDT, daya tahan lebih lama
- Extrait de Parfum (Parfum) – konsentrasi paling pekat, umumnya bertahan 8-12 jam atau lebih
Semakin tinggi konsentrasinya, umumnya semakin kuat pula sillage, projection, dan longevity yang dihasilkan meski faktor bahan baku dan formulasi tetap berperan besar di luar sekadar angka konsentrasi.
Istilah Seputar Strategi Produk dan Aroma
Flanker

Flanker adalah varian turunan dari sebuah parfum yang sudah ada, biasanya berbagi nama dengan tambahan modifier seperti “Intense”, “Elixir”, “Noir”, atau “Summer Edition”. Strategi flanker sangat umum digunakan rumah parfum besar untuk memperluas satu nama produk yang sudah sukses tanpa harus membangun brand awareness dari nol. Contoh nyata dari strategi ini terlihat pada parfum ikonik seperti Le Male dari Jean Paul Gaultier, yang sejak diluncurkan tahun 1995 telah memiliki banyak flanker seperti Le Male Elixir, Le Male Le Parfum, hingga Le Male in Blue yang dirilis pada 2026 — menunjukkan bagaimana satu formula dasar yang kuat bisa terus “dipanen” nilainya selama puluhan tahun lewat variasi-variasi baru.
Kenapa strategi flanker relevan bagi brand parfum di Indonesia: Brand yang sudah punya satu produk andalan dengan basis pelanggan setia bisa mempertimbangkan strategi flanker sebagai cara memperluas lini produk dengan risiko lebih rendah dibanding meluncurkan nama produk yang sepenuhnya baru — memanfaatkan ekuitas nama yang sudah dikenal pasar.
Gourmand

Gourmand adalah keluarga aroma yang dibangun dari notes yang terasa “bisa dimakan” seperti vanilla, karamel, cokelat, atau kopi. Kategori ini menjadi salah satu tren yang paling pesat pertumbuhannya dalam beberapa tahun terakhir, terutama didorong preferensi Gen Z yang menyukai aroma manis dan hangat.
Fougère

Fougère (dibaca “fu-jer”, dari bahasa Prancis yang berarti “pakis”) adalah salah satu keluarga aroma klasik yang menjadi fondasi wewangian pria tradisional, biasanya menggabungkan notes aromatik segar dengan lavender, coumarin, dan oakmoss. Struktur oriental fougère misalnya diidentifikasi lewat kombinasi “notes hangat, woody, dan spicy” berpadu dengan notes aromatik.
Kenapa Memahami Istilah Ini Penting bagi Formulator dan Brand Owner?
Bagi formulator, penguasaan istilah-istilah ini memungkinkan komunikasi yang jauh lebih presisi dengan supplier bahan baku maupun tim internal dimana brief seperti “saya ingin base notes yang lebih woody dengan dry down yang hangat” jauh lebih actionable dibanding sekadar “saya ingin aromanya lebih mewah”.
Bagi brand owner dan tim marketing, memahami istilah ini membantu menyusun deskripsi produk yang lebih menjual sekaligus akurat dimana konsumen yang makin melek soal parfum (terutama Gen Z yang aktif di komunitas pecinta parfum online) akan lebih menghargai brand yang mampu menjelaskan produknya dengan bahasa yang tepat, bukan sekadar klaim generik seperti “aromanya tahan lama”.

Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa perbedaan sillage dan projection?
Sillage merujuk pada jejak aroma yang tertinggal di udara saat seseorang berpindah tempat, sementara projection merujuk pada seberapa jauh aroma tersebut memancar dari tubuh pada suatu momen. Keduanya sering dianggap sama, padahal secara teknis berbeda.
Apa itu dry down dalam parfum?
Dry down adalah fase akhir dari perjalanan aroma sebuah parfum, muncul setelah top dan middle notes menguap sepenuhnya, menyisakan base notes yang berinteraksi dengan minyak alami kulit pemakainya.
Apa itu flanker dalam istilah parfum?
Flanker adalah varian turunan dari parfum yang sudah ada, berbagi nama dengan tambahan modifier seperti “Intense” atau “Elixir”, digunakan sebagai strategi memperluas lini produk tanpa membangun brand baru dari nol.
Apa beda EDT dan EDP?
EDT (Eau de Toilette) memiliki konsentrasi minyak wewangian yang lebih rendah dibanding EDP (Eau de Parfum), sehingga EDP umumnya punya daya tahan aroma yang lebih lama dibanding EDT.
Kenapa longevity parfum bisa berbeda-beda meski konsentrasinya sama?
Longevity dipengaruhi banyak faktor selain konsentrasi, termasuk kualitas bahan baku, kondisi kulit dan suhu tubuh pemakai, suhu lingkungan, serta titik penyemprotan parfum di tubuh.

PT Multisari Indoprima adalah distributor eksklusif LUZI Fragrances di Indonesia, menyediakan bahan baku bibit parfum bersertifikasi IFRA yang mendukung formulator dan brand parfum menciptakan karakter aroma dari top notes hingga dry down yang sesuai visi produk mereka.
Sumber: Everfumed Fragrance Vocabulary, Kahf Everyday, Oriental Style Fragrance Glossary, Froyonion, Klei Studio Workshop, Yes Damn It Fragrance Terminology Glossary, Wikipedia (Le Male, Classique, Shalimar).


