
Amandemen ke-51 IFRA menetapkan 47 bahan wewangian yang dibatasi konsentrasinya dan 1 bahan yang dilarang total, dengan tenggat kepatuhan penuh untuk produk yang sudah beredar jatuh pada 30 Oktober 2025. IFRA kini juga tengah menyiapkan Amandemen ke-52 yang mencakup 51 standar restriksi baru dan revisi 18 standar lama, dengan pemberitahuan resmi diperkirakan terbit akhir 2026. Brand parfum bisa mengecek status kepatuhan bahan bakunya lewat sertifikat IFRA terbaru dari supplier, atau langsung melalui database IFRA Standards Online di situs resmi ifrafragrance.org.
Kenapa Daftar Ini Terus Berubah, Bukan Sekali Jadi?
Kalau kamu sempat baca soal Lyral dan Lilial yang dilarang total beberapa tahun lalu, penting dipahami bahwa itu bukan kejadian sekali jalan. IFRA memperbarui standarnya secara berkala lewat sistem amandemen bernomor urut, berdasarkan temuan ilmiah terbaru dari RIFM (Research Institute for Fragrance Materials) dan Expert Panel for Fragrance Safety. Setiap kali ada bukti risiko baru terhadap suatu bahan baik soal alergi kulit, toksisitas sistemik, maupun fototoksisitas maka bahan tersebut bisa dipindahkan dari kategori “boleh dipakai bebas” ke “dibatasi konsentrasinya” atau bahkan “dilarang total”.
Ini alasan kenapa brand parfum tidak bisa cukup mengecek regulasi sekali saat awal produksi, lalu menganggapnya selesai selamanya. Status kepatuhan bahan baku perlu dicek ulang setiap kali ada amandemen baru dan riwayatnya menunjukkan amandemen ini muncul rutin setiap beberapa tahun.
Amandemen ke-51: Perubahan Terbesar yang Sudah Wajib Dipatuhi

Amandemen ke-51 adalah standar yang sedang berlaku wajib saat ini. Berikut fakta pentingnya:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Jumlah bahan terdampak | Amandemen ke-51 menetapkan aturan baru untuk 47 bahan wewangian dan melarang total 1 bahan |
| Tenggat formula baru | 12 bulan sejak notifikasi (berlaku sejak 30 Maret 2024) |
| Tenggat produk yang sudah beredar | 30 Oktober 2025 adalah tenggat waktu final bagi produk yang sudah terlanjur dikembangkan dan dipasarkan sebelum 30 Maret 2024 |
| Fokus utama | 34 standar restriksi terkait sensitisasi kulit dan toksisitas sistemik, serta 11 standar sensitisasi kulit berbasis metode QRA2 |
Beberapa bahan yang paling signifikan terdampak dalam amandemen ini termasuk Geraniol, Hydroxycitronellal, Coumarin, Citral, Limonene, dan Eugenol. Ini adalah bahan-bahan yang sangat umum dipakai dalam parfum floral, oriental, dan gourmand. Batas Maximum Acceptable Concentration (MAC) untuk Geraniol, Hydroxycitronellal, dan Eugenol khususnya diperketat secara signifikan dalam pembaruan ini.
Yang menarik adalah reed diffuser (parfum ruangan berbentuk stik) kini direklasifikasi ke kategori 10A tersendiri, dengan ambang batas alergen yang lebih rendah karena risiko paparan yang lebih tinggi saat proses pengisian ulang dan penanganan produk.
Amandemen ke-52: Apa yang Perlu Disiapkan Brand Parfum Mulai Sekarang

Meski belum berlaku wajib, brand parfum yang serius soal kepatuhan jangka panjang perlu mulai memantau perkembangan Amandemen ke-52. Berikut timeline dan cakupannya:
- IFRA resmi merilis surat konsultasi untuk Amandemen ke-52 pada 12 Desember 2025, membuka periode masukan dari para pemangku kepentingan industri.
- Amandemen ini mengusulkan 51 standar restriksi baru, merevisi 18 standar yang sudah ada, memperbarui Kebijakan Furocoumarin IFRA menjadi satu standar tunggal, dan menghapus delapan standar lama yang sudah tidak relevan.
- Periode konsultasi publik berlangsung dari 12 Desember 2025 hingga 12 Juni 2026, memberi kesempatan bagi industri untuk memberi masukan sebelum standar ini difinalisasi.
- Notifikasi resmi Amandemen ke-52 diperkirakan terbit pada akhir 2026, setelah proses evaluasi masukan pemangku kepentingan selesai.
Fokus Utama Amandemen ke-52: Furocoumarin

Salah satu perubahan paling signifikan dalam amandemen ini adalah revisi menyeluruh terhadap kebijakan furocoumarin atau senyawa fototoksik yang secara alami ditemukan dalam banyak minyak sitrus. Standar baru ini menggunakan model batas kumulatif untuk delapan senyawa furocoumarin spesifik yang umum ditemukan dalam minyak sitrus, menggantikan pendekatan lama yang menilai senyawa secara terpisah.
Ini artinya, brand yang banyak menggunakan bahan berbasis jeruk (bergamot, lemon, grapefruit) dalam formulanya perlu mulai memantau perkembangan standar ini lebih dekat, karena berpotensi memerlukan penyesuaian formula di masa mendatang.
Cara Mengecek Status Kepatuhan Bahan Baku Parfum Kamu

Berikut langkah praktis yang bisa dilakukan brand owner dan formulator untuk memastikan bahan baku yang dipakai sudah sesuai standar terbaru:
1. Minta Sertifikat IFRA Terbaru dari Supplier
Setiap kali menerima pengiriman bahan baku, pastikan sertifikat yang menyertainya mengacu pada amandemen IFRA versi terkini (saat ini Amandemen ke-51), bukan dokumen lama yang mengacu amandemen sebelumnya. Sertifikat yang kedaluwarsa secara regulasi tidak lagi mencerminkan status keamanan bahan yang sebenarnya.
2. Cek Nomor CAS Bahan di Database IFRA Standards Online
IFRA menyediakan database yang bisa dicari berdasarkan nomor CAS (Chemical Abstracts Service) di situs resminya. Ini cara paling akurat untuk memverifikasi status suatu bahan secara langsung dari sumber resmi, tanpa perlu bergantung sepenuhnya pada klaim supplier.
3. Perhatikan Kategori Produk yang Kamu Buat
Standar IFRA membagi produk ke dalam beberapa kategori penggunaan (misalnya kategori untuk produk yang dibilas, produk yang dibiarkan menempel di kulit, hingga reed diffuser di kategori 10A). Batas konsentrasi suatu bahan bisa berbeda tergantung kategori produk. Bahan yang aman untuk sabun belum tentu aman dengan konsentrasi sama untuk parfum yang menempel lama di kulit.
4. Pantau Notifikasi Resmi IFRA Secara Berkala
Karena standar ini terus diperbarui, berlangganan notifikasi resmi dari IFRA atau memantau situsnya secara berkala membantu brand mengantisipasi perubahan sebelum tenggat kepatuhan mendesak dan bukan bereaksi terburu-buru saat tenggat sudah dekat.
5. Libatkan Distributor yang Memahami Regulasi Secara Mendalam
Bekerja sama dengan distributor bahan baku yang aktif memantau perkembangan regulasi memberi lapisan keamanan tambahan dan bukan cuma soal mendapat bahan baku, tapi juga mendapat informasi dan dukungan dokumentasi saat regulasi berubah.
Kenapa Ini Bukan Sekadar Urusan Administratif
Penting dipahami bahwa standar IFRA, meski secara teknis bersifat sukarela bagi perusahaan yang bukan anggota, pada praktiknya sudah jadi acuan wajib secara tidak langsung. Regulator di Uni Eropa kerap merujuk standar IFRA sebagai justifikasi ilmiah dalam menyusun regulasi resmi mereka, dan standar keamanan IFRA secara legal sudah terintegrasi ke dalam Annex III Regulasi Kosmetik Uni Eropa.
Selain itu, cakupan bahan yang wajib dicantumkan sebagai alergen dalam label produk juga terus meluas daftar alergen yang wajib dideklarasikan berkembang dari 26 menjadi lebih dari 80 senyawa mulai Juli 2026. Artinya, brand yang tidak memantau perkembangan ini berisiko bukan cuma soal keamanan produk, tapi juga soal kepatuhan label dan potensi masalah hukum di kemudian hari.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa amandemen IFRA yang berlaku wajib saat ini?
Amandemen ke-51 adalah standar yang sedang berlaku wajib, dengan tenggat kepatuhan penuh untuk produk yang sudah beredar di pasar jatuh pada 30 Oktober 2025.
Berapa banyak bahan yang terdampak Amandemen ke-51?
Amandemen ke-51 menetapkan aturan baru untuk 47 bahan wewangian dan melarang total 1 bahan.
Kapan Amandemen ke-52 akan berlaku?
Amandemen ke-52 masih dalam tahap konsultasi publik hingga 12 Juni 2026, dengan notifikasi resmi diperkirakan terbit pada akhir 2026. Brand parfum disarankan mulai memantau perkembangannya dari sekarang, meski belum wajib dipatuhi.
Bagaimana cara memastikan bahan baku parfum saya sudah sesuai standar IFRA terbaru?
Cara paling akurat adalah meminta sertifikat IFRA terbaru dari supplier yang mengacu pada amandemen versi terkini, serta memverifikasi nomor CAS bahan secara langsung melalui database resmi IFRA Standards Online.
Apakah standar IFRA wajib diikuti secara hukum?
Standar IFRA secara teknis bersifat sukarela dan mengikat penuh hanya bagi anggota IFRA. Namun, regulator seperti Uni Eropa kerap menjadikan standar ini sebagai rujukan ilmiah dalam regulasi resmi mereka, sehingga pada praktiknya standar ini menjadi acuan yang sulit diabaikan oleh seluruh industri.
PT Multisari Indoprima adalah distributor eksklusif LUZI Fragrances di Indonesia, menyediakan bahan baku bibit parfum bersertifikasi IFRA yang secara rutin diperbarui mengikuti standar amandemen terbaru.
Sumber: International Fragrance Association (IFRA), Research Institute for Fragrance Materials (RIFM), ChemLinked, HPC Today, Coptis, Stellarix, EcoMundo.


