
Tren body care 2027 mengarah pada produk yang tidak hanya melembapkan dan memberikan aroma, tetapi juga menawarkan manfaat yang lebih spesifik, nyaman digunakan, dan memiliki pengalaman sensoris yang menarik. Bagi brand di Indonesia, peluang inovasi dapat dieksplorasi melalui skinification, perawatan yang sesuai dengan iklim tropis, whole-body freshness, ritual perawatan diri, serta pengembangan fragrance lintas kategori produk.
Arah ini sejalan dengan laporan Mintel, The Future of Bodycare 2026, yang menyoroti performa produk berbasis estetika, ritual wellness, dan perlindungan yang adaptif terhadap iklim sebagai area inovasi body care. Namun, tren global tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan kelayakan bisnis di pasar Indonesia.
Apa yang Berubah di Pasar Body Care Indonesia?

Data lokal menunjukkan bahwa konsumen menggunakan beberapa kanal untuk membeli produk perawatan diri. Dalam survei online BOI Research terhadap 376 responden Indonesia berusia 17–45 tahun dari kelompok SES A–B, 75% responden membeli produk perawatan rambut, wajah, dan tubuh melalui e-commerce, 59% melalui minimarket, dan 38% menggunakan social commerce. Pada kelompok usia 17–24 tahun, penggunaan social commerce mencapai 54%. Angka ini merupakan persentase responden berdasarkan kanal pembelian, bukan pangsa penjualan pasar. Sumber: BOI Research, Mei 2026.
Sementara itu, Euromonitor International dalam laporan Beauty and Personal Care in Indonesia mencatat bahwa skincare menjadi kategori terbesar dan sun care menjadi salah satu kategori dengan performa terbaik pada 2025. Untuk deodorant, laporan tersebut menyoroti peluang yang berkaitan dengan iklim, gaya hidup aktif, penggunaan yang meluas di luar area ketiak, serta formulasi yang lebih ramah kulit.
Implikasi bisnisnya adalah produk – produk body care yang ada di Indonesia perlu menawarkan manfaat yang mudah dipahami sekaligus pengalaman penggunaan yang nyaman. Aroma dapat menjadi salah satu elemen pembeda, tetapi harus sesuai dengan fungsi, karakter, dan positioning produk.
5 Peluang Inovasi Body Care untuk tahun 2027
1. Skinification: Body Care dengan Manfaat yang Lebih Spesifik
Ekspektasi konsumen terhadap skincare mulai menjadi referensi bagi pengembangan produk tubuh. Body serum, lotion dengan manfaat terarah, dan produk perawatan tekstur kulit merupakan format yang layak dieksplorasi.
Peluang untuk brand bukan sekadar menambahkan klaim pada kemasan, melainkan membangun konsep yang jelas: siapa target penggunanya, masalah apa yang ingin dibantu, dan bagaimana pengalaman produknya mendukung manfaat tersebut.
Peluang fragrance: aroma clean musk, soft floral, atau profil lembut yang tidak mendominasi pengalaman produk. Brand juga dapat mengeksplorasi opsi aroma yang lebih subtle untuk produk dengan positioning aktif atau perawatan kulit spesifik.
Hal yang perlu diperhatikan: fragrance pada produk leave-on perlu dievaluasi kesesuaiannya dengan bahan aktif, pH, warna, stabilitas, kemasan, dan persyaratan produk akhir.
2. Climate Comfort: Produk yang Nyaman untuk Aktivitas di Iklim Tropis
Cuaca panas, kelembapan, dan aktivitas harian membuat kenyamanan setelah pemakaian menjadi pertimbangan yang relevan untuk pengembangan body care. Area ini dapat dieksplorasi pada deodorant, body lotion ringan, body mist, dan produk penyegar setelah beraktivitas.
Peluang fragrance: arah citrus-green, watery tea, fresh aromatic, dan clean musk dapat dijadikan hipotesis awal untuk konsep kesegaran yang ringan dan modern.
Namun, penting untuk membedakan sensasi aroma dari manfaat fungsional. Klaim cooling atau pengaturan suhu tidak dapat dibuktikan hanya dari fragrance; efek tersebut harus berasal dari formula dan didukung pengujian yang sesuai.
3. Whole-Body Freshness: Peluang pada Deodorant dan Body Spray
Kategori deodorant tidak hanya relevan untuk kebutuhan mengendalikan bau badan di area ketiak. Euromonitor menyoroti perluasan kesempatan penggunaan deodorant melalui gaya hidup aktif, positioning whole-body, dan perpaduan manfaat perawatan kulit.
Bagi brand, hal ini membuka ruang untuk konsep produk yang disesuaikan dengan kebutuhan setelah olahraga, perjalanan, aktivitas luar ruangan, atau rutinitas harian.
Peluang fragrance: fresh aromatic, citrus, clean skin musk, dan dry woods dapat dieksplorasi sesuai target pasar, mulai dari karakter sporty hingga kesan bersih yang lebih understated.
Nilai pembeda sebaiknya dibangun melalui kombinasi karakter aroma, kenyamanan formula, konteks penggunaan, serta klaim yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya intensitas wangi.
4. Sensory Wellness: Mengubah Rutinitas Menjadi Pengalaman
Mandi dan menggunakan lotion dapat dikembangkan sebagai bagian dari ritual perawatan diri. Aroma, tekstur, dan kesan setelah pemakaian menjadi elemen yang dapat memperkuat pengalaman tersebut.
Peluang produknya antara lain body wash dengan karakter spa-inspired, body lotion dengan aroma lembut, serta body butter atau body oil dengan pengalaman sensoris yang lebih premium.
Peluang fragrance: herbal aromatic dan soft woods untuk konsep shower ritual; soft floral dan clean musk untuk perawatan harian; atau creamy musk dan sandalwood untuk produk dengan karakter lebih hangat dan indulgent.
Pendekatan ini memungkinkan brand membangun cerita produk yang lebih spesifik daripada sekadar “wangi dan melembapkan”. Namun, klaim seperti anti-insomnia, anti-anxiety, atau efek terapeutik membutuhkan pembuktian dan jalur regulasi yang sesuai. Aroma tidak otomatis membuktikan manfaat medis.
5. Scent Wardrobe: Mengembangkan Aroma Lintas Kategori Produk
Fragrance juga dapat berfungsi sebagai penghubung antara beberapa format body care. Alih-alih mengembangkan setiap produk secara terpisah, brand dapat mengeksplorasi keluarga aroma yang konsisten pada body wash, lotion, body mist, dan body butter.
Contohnya, satu konsep aroma segar dapat dikembangkan untuk rutinitas siang hari, sementara profil creamy atau woody dapat digunakan untuk produk dengan positioning yang lebih premium.
Peluang ini bukan berarti semua format harus memiliki aroma identik. Setiap formula memiliki karakter, batasan teknis, serta pengalaman pemakaian berbeda. Konsistensi perlu dirancang melalui evaluasi aroma pada produk akhir.
Untuk mengurangi risiko investasi awal, brand dapat menguji dua SKU terlebih dahulu, kemudian mengevaluasi respons konsumen sebelum memperluas rangkaian produk.
Dari Tren Menjadi Peluang Bisnis: Apa yang Perlu Dilakukan Brand?

Tren tidak otomatis menjadi penjualan. Sebelum mengembangkan produk, brand perlu menguji apakah konsep tersebut relevan bagi target konsumen, berbeda dari produk kompetitor, dan layak secara komersial.
Tiga langkah berikut dapat menjadi titik awal:
- Tentukan kebutuhan dan target pengguna. Apakah produk ditujukan untuk hidrasi, kenyamanan setelah beraktivitas, kontrol bau badan, atau pengalaman premium?
- Susun product brief yang spesifik. Tentukan format produk, positioning harga, karakter aroma, intensitas yang diinginkan, klaim, dan konteks penggunaan.
- Validasi sebelum memperbesar skala. Evaluasi kandidat fragrance dalam formula akhir, kumpulkan umpan balik, dan periksa stabilitas, performa sensoris, biaya, serta kelayakan produksi.
Bagaimana PT Multisari Indoprima dan LUZI Dapat Mendukung Pengembangan Produk?

Pemilihan fragrance menjadi bagian penting ketika brand ingin menerjemahkan tren body care menjadi konsep produk yang nyata. Aroma perlu disesuaikan dengan positioning, format aplikasi, karakter formula, serta pengalaman yang ingin ditawarkan kepada konsumen.
PT Multisari Indoprima menghadirkan LUZI sebagai pilihan fragrance bagi pelaku industri yang sedang mengeksplorasi pengembangan produk. Dengan memulai dari product brief yang jelas, brand dapat mendiskusikan kandidat fragrance untuk body wash, lotion, body mist, deodorant, maupun format perawatan tubuh lainnya.
Pendekatan ini membantu proses eksplorasi menjadi lebih terarah: bukan sekadar memilih aroma yang menarik, tetapi mengevaluasi kesesuaiannya dengan konsep dan kebutuhan produk akhir.
Kesimpulan: Peluang Body Care 2027 Ada pada Produk yang Lebih Relevan
Tren body care 2027 menunjukkan arah inovasi menuju manfaat yang lebih spesifik, kenyamanan untuk iklim tropis, pengalaman sensoris, dan pengembangan fragrance lintas kategori. Bagi brand di Indonesia, peluang tersebut dapat dieksplorasi melalui body serum, lotion, deodorant, body mist, body wash, serta body butter dengan positioning yang jelas.
Kuncinya bukan mengikuti semua tren sekaligus. Brand perlu memilih peluang yang sesuai dengan target konsumen, menguji konsepnya, dan memastikan produk memiliki pembeda serta kelayakan bisnis.
Bagi brand yang tengah merencanakan inovasi body care untuk 2027, PT Multisari Indoprima dan LUZI dapat menjadi mitra diskusi untuk mengeksplorasi arah fragrance yang relevan dengan kebutuhan pengembangan produk.
FAQ: Tren Body Care 2027
Apa tren body care yang diperkirakan relevan pada 2027?
Beberapa area inovasi yang layak dieksplorasi adalah skinification, kenyamanan untuk iklim tropis, whole-body freshness, pengalaman sensoris, dan pengembangan aroma lintas format body care. Prioritas produk tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan konsumen Indonesia dan validasi komersial.
Apa yang dimaksud dengan skinification of body care?
Skinification adalah pendekatan pengembangan produk tubuh yang mengadopsi ekspektasi perawatan kulit, seperti hidrasi, perbaikan tampilan tekstur, dan manfaat yang lebih spesifik. Contohnya termasuk body serum dan body lotion dengan positioning perawatan yang lebih terarah.
Apa peluang fragrance dalam produk body care?
Fragrance dapat memperkuat pengalaman penggunaan dan identitas produk pada body wash, lotion, body mist, deodorant, body butter, dan body oil. Pilihan aroma harus sesuai dengan konsep produk, formula, intensitas yang diinginkan, dan positioning harga.
Mengapa kenyamanan iklim tropis penting untuk body care?
Kenyamanan setelah pemakaian merupakan aspek yang relevan untuk produk yang digunakan di tengah panas, kelembapan, keringat, dan aktivitas harian. Brand dapat mengeksplorasi konsep aroma yang segar, ringan, atau bersih, sambil memastikan manfaat fungsional berasal dari formula dan dibuktikan melalui pengujian yang sesuai.
Bagaimana cara menentukan fragrance untuk produk body care baru?
Mulailah dengan product brief yang menjelaskan target pengguna, format produk, positioning, karakter aroma, persyaratan formula, dan klaim yang direncanakan. Kandidat fragrance kemudian perlu dievaluasi dalam formula akhir sebelum produk diluncurkan.
Bagaimana PT Multisari Indoprima dan LUZI mendukung pengembangan body care?
PT Multisari Indoprima menghadirkan LUZI sebagai pilihan fragrance bagi pelaku industri. Brand dapat mendiskusikan kebutuhan pengembangan produk untuk mengeksplorasi kandidat fragrance yang sesuai dengan brief, kemudian mengevaluasi kecocokan teknis dan sensorisnya pada produk akhir.


